Anda dapat membuat suatu group dari tag-tag HTML yang anda buat dengan menggunakan tag div, seperti pada contoh kasus berikut :

Setiap website/weblog yang anda buka, jika diperhatikan pasti memiliki empat bagian/group. Keempat bagian/group ini antara lain :

  • Header Bagian kepala website yang berisi logo website, nama website, slogan website, menu website dan lainnya.
  • Content Berisi isi dari website itu sendiri, jika website berupa weblog, maka contentnya berisi postingan terbaru atau informasi lainnya.
  • Sidebar dan biasanya berisi iklan, kategori artikel dan widget atau hiasan situs lainnya.
  • Footer Bagian kaki dari website yang pada umumnya diisi dengan tag website tersebut, misalnya copyright © 2020 by me.

Dalam HTML, kita dapat membagi bagian-bagian tersebut dengan menggunakan tag div (division/bagian) dan untuk menamai setiap div kita gunakan atribut id atau class 5 . Berikut contoh penggunaan tag div jika kita terapkan pada bagian-bagian website yang telah kita sebutkan sebelumnya:

<div id="header">
</div>
<div id="content">
</div>
<div id="sidebar">
</div>
<div id=footer">
</div>

Jika anda menampilkannya pada browser, anda tidak akan melihat apa-apa karena tag div tidak akan menampilkan efek visual. Tag ini hanya digunakan untuk membuat dokumen HTML lebih terstruktur dengan membagi-bagi dokumen ke dalam bagian- bagian yang lebih spesifik.

Pakai Id atau Class ?

Bagi seorang pemula, termasuk saya ketika masih belajar HTML & CSS pasti menanyakan hal yang sama. Pasalnya atribut ID dan Class digunakan untuk menamai tag HTML. Lalu apa perbedaan dari keduanya?

ID

Atribut ID digunakan untuk penamaan elemen HTML yang memiliki karakteristik unik/berbeda. Tidak boleh ada dua atau lebih elemen yang mempunyai ID yang sama. Perhatikan contoh berikut :

<div id="menu">
<ul id="menu">
    <li>Beranda</li>
    <li>Tutorial</li>
</ul>
</div>

Penggunaan atribut ID pada contoh di atas adalah SALAH, karena terdapat dua ID yang sama, yaitu “menu” pada tag div dan ul. Perhatikan contoh sebelumnya, bahwa kita menggunakan ID yang berbeda untuk setiap div yaitu, header, content, sidebar dan footer karena semuanya memiliki struktur dan fungsi yang berbeda dalam suatu dokumen HTML.

Class

Class digunakan untuk penamaan elemen yang memiliki karakteristik/struktur sama dan dapat digunakan berulang kali dalam markup (Kode HTML). Sebagai contoh, perhatikan kode HTML berikut :

<ul id="menu">
    <li class="merah">Beranda</li>
    <li>Tutorial</li>
    <li class="merah">Berita</li>
    <li>Video</li>
</ul>

Pada Kode HTML di atas, saya menggunakan class Merah pada beberapa list item, karena nantinya list item yang memiliki class merah akan diberi warna background merah. Kesimpulannya adalah, ketika anda memiliki beberapa elemen dengan karakter/format yang sama, gunakan Class sebagai penamaannya dan Gunakan ID untuk elemen yang berbeda dan membutuhkan tanda pengenal lebih spesifik.

Memahami hubungan Child, Parent dan Siblings

Ketika suatu tag memiliki tag/konten didalamnya maka hubungan antar tag-tag tersebut disebut dengan child-parent dan sibling. Perhatikan contoh berikut :

<div id="wrapper">
    <div id="content">
        <div id="article"></div>
        <div id="sidebar"></div>
    </div>
</div>
  • “div id=‚wrapper” disebut Parent, dan tag HTML yang ada di dalamnya disebut dengan Child( div id="content” ).
  • Begitu juga dengan **div id="content”**> disebut parent untuk div id="article” dan div id="sidebar”.
  • dan hubungan antara div id="article” dan div id="sidebar” disebut dengan sibling, atau saudara.